Leicester City menjaga peluang meraih gelar di ranah
Inggris. The Foxes punya kesempatan menjuarai Piala FA lantaran melaju ke
putaran empat usai mengalahkan Everton 2-1.
Leicester nyaris tersungkur saat bertandang ke Goodison Park, Sabtu (7/1/2017). Soalnya, Pasukan Rubah sempat tertinggal lebih dulu di pertengahan babak kedua. Tim tamu bisa menang setelah mencetak dua gol beruntun.
Armada Claudio Ranieri juga hampir dipastikan gagal mempertahankan gelar Liga Primer karena kini tertinggal 28 angka dari Chelsea selaku pemimpin klasemen sementara. Selisih itu terbilang mustahil dipangkas walau masih ada 18 laga tersisa.
Leicester nyaris tersungkur saat bertandang ke Goodison Park, Sabtu (7/1/2017). Soalnya, Pasukan Rubah sempat tertinggal lebih dulu di pertengahan babak kedua. Tim tamu bisa menang setelah mencetak dua gol beruntun.
Armada Claudio Ranieri juga hampir dipastikan gagal mempertahankan gelar Liga Primer karena kini tertinggal 28 angka dari Chelsea selaku pemimpin klasemen sementara. Selisih itu terbilang mustahil dipangkas walau masih ada 18 laga tersisa.
Rekor buruk laga tandang Licester City berlanjut usai
ditahan imbang dengan skor kaca mata di markas Middlesbrough, Senin (2/1/2017).
Dengan hasil itu, The Foxes tidak pernah menang di 11 lawatan terakhir ke
markas lawan.
Di balik keterpurukan Leicester City , Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri meraih penghargaan atas prestasinya mengantar The Foxes juara Liga Inggris musim lalu. Arseitek asal Italia itu terpilih sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2016.
Ranieri mengalahkan dua kandidat lainnya; Zinedine Zidane (Real Madrid) dan Fernando Santos (tim nasional Portugal). Zidane mengantarkan Madrid menjuarai Liga Champions musim lalu, sementara Santos ada di balik keberhasilan Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar